Agam Dilanda Longsor, Jalan Malalak Sicincin Terputus
5 November 2011 - 09.12 WIB
Padang - Longsor terjadi disejumlah titik di malalak, Matur dan Palupuah Kabupaten Agam. Akses jalan Sicincin-Bukittinggi via Malak terputus karena tertutup material longsor. lima titik longsor terdapat di Kecamatan malalak, satu titik di Kecamatan Matur dan sejumlah lainya disepanjang di kawasan nan Tujuah, Kecamatan Palupuah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam sejumlah bencana yang disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi tersebut.
Camat Malalak, Bambang Warsito kepada Padang Ekspres (Riau Pos Grup), Jumat(4/11) menyebutkan dari lima titik bencana yang terjadi, kondisi terparah terdapat dikawasan, Ampuah Jorong Limau Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malak, Agam. Longsor yang terjadi akibat tingginya curah hujan dan kemirimngan tebing yang cukup tajam merupakan penyebab utamanya.
Di Ampuah, Jorong Limau Badak tersebut, material longsoran menimbun ladang kayu manis milik warga. Bentangan timbunan longsor diperkirakan hingga 30 meter dengan kubikasi sekitar 2500 material timbunan berupa tanah. Selain itu longsor juga terjadi di kawasan Caruak, jorong Campago, Nagari Malalak Utara. Meski skjala nya lebih kecil. Namun material lonsoran menimbun bandar di bawah tebing. Lonsor juga terjadi di kawasan Kayumati, Jorong Limau Badak, Malalak Timur. peristiwa itu menyebabkan pemasangan batu baronjong sebagai penahan badan jalan patah.
Selanjutnya kawasan Ambacang, Jorong Limaubadak longsor kecil menyebabkan kayu tumbang menghalagi jalan serta di kawasan Batuapik, Malaktimur juga terjadi longsor dengan skala yang tidak terlalu besar. Camat Malalak, Bambang Warsito, menyebutkan bencana yang terjadi di sepanjang kawasan Malalak tersebut, hingga berita ini disusun siang kemarin masih belum bisa di bersihkan. Karena dikawasan tersebut sangat rawan longsor. sementara curah hujan cukup tinggi. Meski demikian ungkap Camat, pengerjaannya bersama masyarakat dan relawan siaga bencana serta BPBD Kabupaten Agam segera dilakukan.
"Kita sudah mengupayakan untuk memulai pekerjaan pembersihan dengan mengkoordinasikannya dengan BPBD dan Dinas PU Provinsi Sumatera barat. Kelihatannya pembersihan tidak bisa dilakukan dengan cepat mengingat cuaca yang cukup ekstrem dan hujan yang terus turun dengan deras. Kita sudah koordinasikan dengan PU Provinsi untuk mendatangkan alat berat, saat ini sedang dalam perjalanan, "ungkap Bambang.
Camat Malalak, langsung melaporkan kejadian yang terjadi secara rinci kepada BPBD dengan harapan agar segera ditangani. Sebab menjelang lebaran Idul Adha yang tinggal dua hari lagi jalan dikawasan itu biasanya sangat dibutuhkan untuk menghubungkan Bukittinggi dan Pariaman. "Kita minta BPBD kabupaten Agam agar bisa menangani bencana dengan cepat, sebab jelang lebaran yang tinggal dua hari lagi, banyak orang akan pulang dan menggunakan jalur ini. Sementara kita dengar saat ini untuk akses jalandari Pariaman melewati Padang Panjang kabarnya juga terputus akibat longsor di Silaiang," terangnya.
Penyebab utama terjadinya longsor di kawasan Malalak ini, selain curah hujan yang cukup tinggi juga kemiringan tanah yang cukup tajam. Sehingga jika terjadi hujan sangat mudah terjadi pergerakan tanah ke daerah yang lebih rendah. Penggalian batu oleh warga di kawasan Bukitambacang juga menjadi salah satu penyebab longsor."Penyebab utamanya jelas karena curah hujan yang tinggi ditambah kemiringan tanah yang cukup tajam. Selain itu penggalian batu di kawasan Bukitambacang oleh warga juga salah satu penyebabnya. meski skala dan persentasenya keccil. Namun resiko longsornya cukup tinggi dan sangat riskan,"jelas Bambang.
Camat menghimbau warga agar tidak melewati kawasan Bukitapik dan Ambacang ketika hari hujan. Sebab hal itu sangat mengandung resiko tinggi, longsor bisa terjadi dengan cepat ketika curah hujan tinggi."Warga dihimbau agar lebih waspada terhadap bahaya longsor disaat curah hujan tinggi. Terutama dikawasan Bukitapik dan Ambacang jangan dilewati saat hujan, pagi siang maupun malam ketika musim hujan," pungkasnya.
Longsor juga terjadi di kawasan Kabupaten Agam lainya seperti, di Lubuak Gadang Palembayan, Longsor dengan ketinggian 3 meter dan bentangan 15 meter. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan Matur Palembayan terputus. Selain itu di nagari Nantujuah,Palupuah juga dilaporkan terjadi bencana banjir. Sungai Batang Sipisang meluap. Sehingga membanjiri sawah petani. Diprediksi musim tanam kali ini sejumlah petani dipastikan agkan gagal panen.Salah seorang Kepala Jorong di Nagari nan Tujuah, Eri,45 menyebutkan tebing sungai runtuh akibat arus deras dan air meluap hingga kesawah warga,"dipastikan petani akan gagal panen disejumlah sawah yang tergenang air. Arus deras juga menyebabkan tebing sungai runtuh," ungkap Eri melalui telepng genggamnya.
Upaya yang dapat kita lakukan atas pembabatan hutan seperti di atas adalah :
1. Preventif
Membuat saluran air hujan , memperbaiki struktur tanah yang miring sebelum terjadinya longsor
2. Curatif
Membersihkan tanah-tanah yang menghalangi jalan dengan gotong royong.
3. Rehabilitatif
Menimbun kembali tanah yang longsor tadi, memperbaiki jalan yang rusak menggunakan alat berat.
4. Promotif
Menghimbau kepada warga agar lebih berhati-hati saat musim hujan, menanam tanaman sebagai resapan air saat hujan.